Kegalauanku Untuk Menjalani Pernikahan

Sesuai judul, galau untuk menjalani pernikahan ? Tidak banyak orang merasakan ini tapi saya merasakannya. Percaya atau tidak ? Sampai berusia 23 tahun aku tidak pernah “berciuman” berciuman disini yaitu “berciuman” dengan lawan jenis. So.. aku tidak pernah “pacaran”. What the hell ?? Kalian pasti bilang.. “ahh nggak mungkin?” “Bagaimana bisa?” Iya itu benar, aku memang belum pernah pacaran. Bukannya aku munafik atau apalah.. aku pernah jatuh cinta tentunya sudah berapa kali dan aku juga cukup yakin lawan jenis yang ku suka itu juga punya rasa yang sama *ge’erLoe !!! Maybe :-D.

Jika orang tua sangat menjaga anaknya terutama anak perempuan untuk nggk boleh pacaran atau si Ayah bakal pasang mata 500 watt *melotot kalau si anak gadis bawa cowo ke rumah padahal itu anak masih kecil (author : masih kecil disini yaitu anak SMP & SMA yah) tapi tidak dengan ortuku mereka malah pingin sekali liat aku bawa pacar kerumah.. hal itu terus berlanjut sampai aku dibangku kuliah.. sampai teman-teman malah nganggap ortuku ajaib muehehehehe.

Lawas…. lawas… ortuku mulai gerah juga sekaligus khawatir. Wajar sih yah soalnya umur nerus nambah tapi aku tidak ada menunjukkan kesan berpacaran atau mau untuk nikah. Mamaku sering bilang “coba jalan sana cari cowo” aku cuma jawab “percuma jalan punya pacar kalau nggk ada uang”. Saya matre ? Maybe yes maybe no.. itu hanya caraku ngeles dan masih banyak lagi caraku untuk ngeles.

Di usiaku yang walaupun aku anggap belum tua-tua banget (23) thn ini.. orang-orang yang tinggal disekitarku selalu ada yang nanya, ngejude, mereka bilang “ada pacarnya kab sudah?” “Astaga harus cepat-cepat cari cowo loh.. ntar kalau semaki  tua.. susah dapatnya” dan lain lain. Aku nggk bisa juga mengabaikan itu atau nggk bisa juga mengatakan orang-orang itu punya pemikiran kuno, soalnya ini budaya Asia budaya Indonesia, walaupun sudah zaman modern dan sudah mulai banyak wanita yang berkarier tapi hal itu tetap tidak mudah mengikis pikiran-pikiran yang udah lebih lama membudaya di masyarakat kita kan kawan ?.

Semua bisikan-bisika  tersebut bisa kutahan karena aku manusia cuek selama ortuku masih ada & percaya padaku tapi akhirnya karena kemunyakan juga lagi dalam mood yang buruk.. akhirnya ortuku sempat  nuduh aku LESBIAN, pada waktu itu aku rasanya benar-benar sakit, bayangkan saja.. aku yang selalu what ever apapun yang orang katakan yang penting ortuku percaya.. aku shock sekali, mending ortuku mukul deh daripada kaya gitu. Sekarang sudah mulai biasa, tapi kita tak pernah tau hati manusia, ortu juga manusia.

Sebenarnya kenapa aku galau untuk  berpacaran dan menikah ? Sebenarnya banyak hal disekitarku yang kualami membuat aku berhati hati untuk menjalaninya, hal-hal yang menggangku pemikiranku juga misalnya seperti apa suamiku setelah berumah tangga, bagaimana ntar mertuaku ?. aku juga tidak pernah berharap nunggu pria kaya melamarku atau nembak ngatakan cintanya padaku. Aku hanya ingin merasa puas dulu dengan apa yang ingin kucapai, aku ingin mendapagkan pekerjaan yang lumayan lalu bisa jalan-jalan minimal menjelajah pulau Jawa dengan hasil nabung uang gajiku, lalu tidak terlalu tergantung dengan pasanganku kelak.. hanya seperti itu yang kubayangkan. Setiap orang punya cara pikir dan tindakan apa yang ingin dijalaninya.. yeahhh ini sekedar melepas uneg-uneg.. masalah masa depan ? Siapa yang tau.. *piece ^_^v

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s