ASURANSI PRUDENTIAL “MENATAP MASA DEPAN”

SUDAH SIAP MEWUJUDKAN IMPIAN ANAK ANDA?

Sebagai orang tua yang baik, Anda pasti ingin membuat anak selalu ceria dan membekalinya dengan pendidikan sebagai dasar untuk meraih cita-cita mereka. Tapi siapkah Anda melindungi masa depannya jika terjadi sesuatu pada Anda? Sudahkah Anda rencanakan untuk biaya pendidikan yang terus meningkat tiap tahun?

maka berpikir kedepan dan rencanakan mulai dari sekarang.

SHIOKU “KUDA LOGAM YANG”

image

Bangga, individualis, gelisah, ia memiliki kepercayaan diri alami dan keyakinan unik yang berasal dari keyakinan asli tentang keandalan dirinya. Dirinya adalah semangat bebas tertinggi yang hendaknya tidak terhalang atau terkurung. Wanita yang dilahirkan dalam tahun Kuda tidak pernah dapat terkungkung oleh kebiasaan atau peraturan buatan manusia mana saja yang dinilainya bodoh dan tidak tepat. Apapun yang mengancam kebebasannya dipandang dengan penuh curiga. Ia memiliki pikiran tersendiri dan dengan berani diungkapkannya dengan nyaring dan jelas. Ia tidak menyalahkan siapa pun namun ia luar biasa berhati hangat.
Dan ia murah hati, serta luar biasa berani. Biasanya wanita Kuda memisahkan diri dari keluarganya pada usia masih sangat muda. Dalam memburu kebebasan alaminya ia akan memanjakan kehausan akan petualangan dengan menjelajahi tempat-tempat yang jauh, atau ia akan melakukan perjalanan ke tanah yang jauh dalam mencari pengalaman baru. Ia akan gelisah kalau tidak diijinkan memburu keinginannya ini. Ia juga perlu dikelilingi oleh kegiatan, dan senang mengatasi masalah, walau ia sering kehilangan minat dalam jangka waktu pendek.
Wanita Kuda biasanya sangat memegang prinsip. Kebohongan dan ketidakjujuran merupakan hal terkutuk baginya. Ia tidak menakut-nakuti atau menyombongkan diri, menjalani hidupnya hanya dengan sedikit keceriaan. Namun ia tidak akan pernah menyesuaikan diri, selalu mempertahankan apa yang diyakininya. Ia dapat sangat idealis. Ia tidak membutuhkan penyesuaian dan penampilan luar penuh keberhasilan, dan memandang rendah kaum di bawahnya yang tampaknya berusaha menonjolkan diri dengan materi. Lebih daripada disukai, ia lebih suka penghargaan. Ia suka bersikap seperti raja, berkeras selalu melakukan segalanya dengan caranya namun ia jarang bersifat otokratis. Ia dapat juga menerima pandangan orang lain. Selalu ada kesempatan untuk berdiskusi.
Namun sekali diputuskan, ia jarang mengubah pikirannya, dan dapat bersikap dogmatis. Walau kekuatannya yang luar biasa, ketabahannya dalam keadaan apa pun, dan minatnya kalau dihadapkan pada tantangan, sering memungkinkannya menjalankan caranya.
Wanita Kuda sukar mencintai, dan sulit dipuaskan. Keadaan emosinya rumit dan tidak stabil. Ia cenderung luar biasa peka, mudah tersudut. Ancaman apa pun terhadap kebebasannya dapat membuat bulunya meremang. Ia juga kurang berminat untuk bersenang-senang, dan tidak dapat menerima mereka yang lemah atau berpura-pura. Selain itu ia selalu penuh argumentasi dan mengungkapkannya. Bersiaplah untuk membiarkannya terus berbicara saat Anda mendengarkan. Buatlah ia menghargai Anda dan pandangan Anda dan ia akan diam. Sekali ia menghargai dan mencintai Anda, dan menganggap Anda sebagai seseorang yang kuat dan gigih, ia akan tunduk dan menjadi istri yang hebat!

Ia juga adalah Kuda yang jinak. Ia mematuhi hukum dan sangat serius. Ia melakukan segalanya dengan benar, cermat menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya dan tampaknya lebih suka pada keteraturan, walau di masa mudanya ia dapat sangat penuh petualangan! Secara emosional ia terhormat dan stabil. Kalau Anda mencintai wanita Kuda, biarkan ia menyalurkan sedikit energinya. Berikan dia kekuasaan yang luas, dan ia akan memberi Anda tunggangan yang sangat seimbang.

KECEMASAN MEMBANGUN USAHA

Kecemasan disaat ingin memulai usaha baru yang baru kita bangun itu adalah hal yang wajar. Takut akan kegagalan, hutang piutang, bagaimana nanti melewatinya, semua berkumpul menjadi satu di dalam kepalamu. Keraguan sekaligus optimisme saling berebut muncul di dalam hati terdalammu. Ibarat berdiri disebuah 2 jurang depan dan belakangmu. Tapi sekali lagi.. tidak ada yang tidak mungkin didunia ini jika kita memiliki kemauan serta keyakinan untuk bangkit dan mencoba. Semua orang sukses dengan bisnis mereka memulai dari nol.. pasti jatuh dan bangkit itu hal yang jadi makanan mereka. Jangan berpikir untuk “Aku ingin sebesar mereka kelak” tapi berpikirlah “aku akan melakukan yang terbaik dan usaha ini berjalan lancar”. Terlalu monoton kah ?? Atau mencari aman ?? Tentu tidak karena “setelah aku bisa berdiri di satu anak tangga.. aku akan melangkah ke anak tangga selanjutnya dengan konsistensi & bertanggung jawab”. Itu gaya motoku

image

SEBUAH HUBUNGAN KEPADA LAWAN JENIS MENURUT SUDUT PANDANGKU

Pendapatku. Menjalin hubungan dengan lawan jenis itu untuk membangun sebuah hubungan yang pure untuk sesuatu yang dihalalkan. karena 1. Selain mengindari fitnah, 2. Menghindari dosa, 3. Melampiaskan nafsu biologi, 4. Menjalankan ibadah.
bukan karena aku seorang yang sangat taat dalam agamaku,sehingga aku berpendapat seperti ini. Aku hanya berpikir.. diriku sangat beharga jika hanya untuk kesenangan sesaat yang ujungnya bukan orang lain yang merugi tetapi diri sendiri. Jika merasa nyaman dengan seseorang bukan berarti dia harus berstatus pasangan kita jika hanya untuk sesaat, kenapa  tidak berteman saja, jika lama2 timbul & muncul keyakinan akan sebuah tanggung jawab besar yaitu “Rumah tangga”maka hanya butuh kepastian yang pasti “maka halalkanlah aku untukmu” sehingga setelahnya bisa bersama membangun komitmen, saling memberikan & memenuhi tanggung jawab di dalam keluarga. Ini bukan maksud untuk menyindir & sebagainya.. tapi apa yang dipikirkan sangat bagus untuk dituliskan *namanya hobby* sekali lagi.. bukan berati karena aku 100% suci 😂

image

Kegalauanku Untuk Menjalani Pernikahan

Sesuai judul, galau untuk menjalani pernikahan ? Tidak banyak orang merasakan ini tapi saya merasakannya. Percaya atau tidak ? Sampai berusia 23 tahun aku tidak pernah “berciuman” berciuman disini yaitu “berciuman” dengan lawan jenis. So.. aku tidak pernah “pacaran”. What the hell ?? Kalian pasti bilang.. “ahh nggak mungkin?” “Bagaimana bisa?” Iya itu benar, aku memang belum pernah pacaran. Bukannya aku munafik atau apalah.. aku pernah jatuh cinta tentunya sudah berapa kali dan aku juga cukup yakin lawan jenis yang ku suka itu juga punya rasa yang sama *ge’erLoe !!! Maybe :-D.

Jika orang tua sangat menjaga anaknya terutama anak perempuan untuk nggk boleh pacaran atau si Ayah bakal pasang mata 500 watt *melotot kalau si anak gadis bawa cowo ke rumah padahal itu anak masih kecil (author : masih kecil disini yaitu anak SMP & SMA yah) tapi tidak dengan ortuku mereka malah pingin sekali liat aku bawa pacar kerumah.. hal itu terus berlanjut sampai aku dibangku kuliah.. sampai teman-teman malah nganggap ortuku ajaib muehehehehe.

Lawas…. lawas… ortuku mulai gerah juga sekaligus khawatir. Wajar sih yah soalnya umur nerus nambah tapi aku tidak ada menunjukkan kesan berpacaran atau mau untuk nikah. Mamaku sering bilang “coba jalan sana cari cowo” aku cuma jawab “percuma jalan punya pacar kalau nggk ada uang”. Saya matre ? Maybe yes maybe no.. itu hanya caraku ngeles dan masih banyak lagi caraku untuk ngeles.

Di usiaku yang walaupun aku anggap belum tua-tua banget (23) thn ini.. orang-orang yang tinggal disekitarku selalu ada yang nanya, ngejude, mereka bilang “ada pacarnya kab sudah?” “Astaga harus cepat-cepat cari cowo loh.. ntar kalau semaki  tua.. susah dapatnya” dan lain lain. Aku nggk bisa juga mengabaikan itu atau nggk bisa juga mengatakan orang-orang itu punya pemikiran kuno, soalnya ini budaya Asia budaya Indonesia, walaupun sudah zaman modern dan sudah mulai banyak wanita yang berkarier tapi hal itu tetap tidak mudah mengikis pikiran-pikiran yang udah lebih lama membudaya di masyarakat kita kan kawan ?.

Semua bisikan-bisika  tersebut bisa kutahan karena aku manusia cuek selama ortuku masih ada & percaya padaku tapi akhirnya karena kemunyakan juga lagi dalam mood yang buruk.. akhirnya ortuku sempat  nuduh aku LESBIAN, pada waktu itu aku rasanya benar-benar sakit, bayangkan saja.. aku yang selalu what ever apapun yang orang katakan yang penting ortuku percaya.. aku shock sekali, mending ortuku mukul deh daripada kaya gitu. Sekarang sudah mulai biasa, tapi kita tak pernah tau hati manusia, ortu juga manusia.

Sebenarnya kenapa aku galau untuk  berpacaran dan menikah ? Sebenarnya banyak hal disekitarku yang kualami membuat aku berhati hati untuk menjalaninya, hal-hal yang menggangku pemikiranku juga misalnya seperti apa suamiku setelah berumah tangga, bagaimana ntar mertuaku ?. aku juga tidak pernah berharap nunggu pria kaya melamarku atau nembak ngatakan cintanya padaku. Aku hanya ingin merasa puas dulu dengan apa yang ingin kucapai, aku ingin mendapagkan pekerjaan yang lumayan lalu bisa jalan-jalan minimal menjelajah pulau Jawa dengan hasil nabung uang gajiku, lalu tidak terlalu tergantung dengan pasanganku kelak.. hanya seperti itu yang kubayangkan. Setiap orang punya cara pikir dan tindakan apa yang ingin dijalaninya.. yeahhh ini sekedar melepas uneg-uneg.. masalah masa depan ? Siapa yang tau.. *piece ^_^v